banner 700x256

Untuk Mengendalikan Inflasi, Bupati Ikfina Melaunching Program WULANDARI di Pasar Kedungmaling

Bupati Ikfina Didampingi Kadisperindag, Kepala Bulog, Kadis DPMD, Camat Sooko, melaunching Program WULANDARI di pasar Kedungmaling
banner 120x600
banner 336x280

Mojokerto – News PATROLI.COM –

Dalam rangka untuk Pengendalian Inflasi di kabupaten Mojokerto dan menjaga ketersediaan stok serta stabilisasi harga beras medium dan premium serta beberapa bahan pokok lainnya, Bupati Mojokerto dr. Ikfina Fahmawati melaunching WULANDARI, di halaman Pasar Kedung Maling Kecataman Sooko, Selasa (5/3/2024).

Peluncuran program WULANDARI yang diinisiasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto itu dilaksanakan di pasar Kedungmaling Wulandari bekerja sama dengan Bulog Kabupaten Mojokerto ini untuk yang kedua kalinya diadakan, sebentar sebelum nya hal yang sama telah dilakukan di Pasar Mojosari di Tahun 2023 lalu, yang menyediakan komoditas pangan khususnya beras.

Program WULANDARI di pasar Kedungmaling ini difungsikan sebagai titik pemantauan harga barang-barang di Kabupaten Mojokerto.

Sementara itu, Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto H. Iwan Abdillah, SH, S.Sos, M.Si, dalam sambutannya mengatakan, WULANDARI adalah sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk mengendalikan inflasi. Terlebih menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan dimana setiap bulan Ramadhan ini kebutuhan harga pokok cenderung naik.

Bupati Ikfina Didampingi Kadisperindag Abah Iwan photo bersama dengan BUMDesMa saat Launching Wulandari

Selain itu, dengan adanya WULANDARI ini, diharapkan barang-barang kebutuhan pokok terkendali dengan harga yang sesuai dengan harga eceran. WULANDARI ini menyiapkan beras, gula, minyak dan lainnya. ” Jadi prinsipnya kita berupaya semaksimal mungkin untuk mengendalikan barang-barang di Kabupaten Mojokerto, utamanya di titik pasar, ” ucap pria yang akrab disapa Abah Iwan ini.

Dan dijelaskan oleh Abah Iwan, pihaknya akan kembangkan terus di 20 pasar yang ada di Kabupaten, Mojokerto dan tetap komitmen memberikan program program terbaik untuk meringankan beban masyarakat.”
Jadi prinsipnya kita berupaya semaksimal mungkin untuk mengendalikan barang-barang di Kabupaten Mojokerto, utamanya di titik pasar Kedungmaling ini ” lanjut Abah Iwan.

Sementara itu
Bupati Bupati Mojokerto dr Ikfina Fahmawati dalam sambutannya menyampaikan memuji keras apa yang dilakukan oleh Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto yang terus melakukan inovasi dan gebrakan aksi untuk masyarakat, dan Bupati Salut ini.

Dijelaskan oleh Bupati Ikfina WULANDARI adalah warung Pengendalian Inflasi dan penggunaan produk dalam negeri, yang menyediakan berbagai bahan pokok dengan harga yang terjangkau.
“Pemda berupaya semaksimal mungkin untuk mengendalikan harga sembako dan barang-barang di Kabupaten Mojokerto, terjangkau untuk masyarakat. Program Wulandari ini, bekerja sama dengan Bulog Kabupaten Mojokerto, dalam menyediakan komoditas pangan khususnya beras di bawah harga pasar dalam rangka pengendalian inflasi

Baca juga :  Jelang Pilkada Kota Mojokerto Mas Juned Gelar Ngopi Bangkit dan Berbagi dengan Komunitas Abang Becak Bolo Dewe

Kerja keras, Disperindag ini kata Abah Iwan cukup berat, misal saat ada Covid-19 agar masyarakat pasar tidak kerumunan Disperindag juga mencetuskan aplikasi Tumbas, tanpa harus berkerumun masyarakat bisa membeli kebutuhan pokok di pasar. ” Kali ini kita punya tugas lagi untuk menekan pengendalian inflasi sehingga Disperindag kembali membuat program WULANDARI Diawali dari pasar Raya Mojosari dan dilanjutkan di Pasar Kedungmaling saat ini, yang rencananya bakal digelar di 11 pasar yang ada di wilayah kabupaten Mojokerto, ” ucap Bupati Ikfina.

” Tak hanya itu, dalam kesempatan kali ini kita juga perhatikan bagi pekerja pasar, untuk ikut sebagai peserta BPJS tenaga kerja, agar bisa terlindungi disaat kecelakaan kerja dan ahli waris bisa menerima manfaat ketika meninggalkan dunia,” lanjut Bupati Ikfina.

Bupati Ikfina juga menjelaskan bahwa Pedagang pasar juga perlu permodalan, sehingga Pemkab Mojokerto melalui Disperindag melakukan kerjasama dengan Bank BNI, guna memberikan proses permodalan secara mudah dengan BNI.

Yang lebih penting kata Bupati Ikfina, adalah pengendalian inflasi, harga barang jangan naik terlalu tinggi, membuat masyarakat kaget, hal ini harus dikendalikan dengan program Wulandari, ketersedian barang harus stabil, khususnya beras stok harus aman dan harga sesuai dengan harga pasar.

Sementara itu Launching Program WULANDARI di Pasar Kedungmaling yang ditandai dengan pecah Kendi di depan mobil pengangkut beras bertuliskan WULANDARI ini dihadiri Kepalan DPMD, H. Yudha Akbar Prabowo, SE MM, Kepala Pemerintah Melok, Kepala Bulog Rusli, Perwakilan Bank BNI, Perwakilan JNE, dan Forkopimca Kecamatan Sooko, Camat Sooko Masluchman Didampingi Kepala Desa Kedunglengkong H. Edy Prabowo SH. ( Ririn / ADV )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *