banner 700x256

Operasi Ketupat Candi 2024 Dimulai, Polres Wonogiri Laksanakan Apel Gelar Pasukan

Operasi Ketupat Candi 2024 Dimulai, Polres Wonogiri Laksanakan Apel Gelar Pasukan
banner 120x600
banner 336x280

Wonogiri – News PATROLI.COM –

Sebagai awal ditandainya dumuali Operasi Ketupat Candi 2024, Polres Wonogiri laksanakan apel gelar pasukan pengamanan mudik balik lebaran 2024 di alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri, Kamis (4/4/2024)

Apel gelar pasukan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, Dandim 0728 Wonogiri Letkol Inf Edy Ristriyono, S.I.P., Forkopimda Kabupaten Wonogiri dan seluruh stakeholder terkait, termasuk Dinas Perhubungan, Satpol PP, Basarnas, Pramuka serta instansi terkait lainnya.

Kapolres Wonogiri AKBP Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, S.H., S.I.K., M.M., M.Si., didampingi Dandim 0728 Wonogiri dan Wakil Bupati Wonogiri, selaku pimpinan apel, membacakan amanat dari Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. mengatakan bahwa pentingnya sinergi antara TNI-Polri dengan stakeholder terkait dalam rangka pengamanan mudik dan perayaan hari raya Idul Fitri 1445 H.

“Apel gelar pasukan ini, merupakan bentuk pengecekan tahap akhir, sebagai kesiapan dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2024, sebagai komitmen nyata sinergisitas TNI-Polri dengan stakeholder terkait, dalam rangka pengamanan arus mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1445,”ungkapnya

Baca juga :  Polres Wonogiri Lakukan Pengamanan Obyek Wisata Libur Lebaran 2024

Survei indikator menunjukkan bahwa kepuasan masyarakat atas penyelenggaraan dan penanganan arus mudik tahun 2023 meningkat menjadi 89,5%, naik 15,7% dibanding tahun 2022.

Hal ini mencerminkan apresiasi masyarakat atas upaya bersama yang harus ditingkatkan dalam pengamanan arus mudik dan balik lebaran 2024.

“Oleh sebab itu, TNI-Polri bersama stakeholder terkait, berkomitmen untuk melaksanakan pengamanan secara lebih optimal yang melibatkan 155.165 personel, selama 13 hari dari tanggal 4 sampai dengan 16 April 2024.

Operasi ini melibatkan 5.784 pos, termasuk pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu, yang tersebar di jalur-jalur rawan seperti kemacetan, kecelakaan, kriminalitas, dan bencana alam, serta di pusat-pusat keramaian. Pelayanan prima dan pengamanan optimal diharapkan dapat diberikan melalui pos-pos tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *