Bojonegoro, News PATROLI.COM
Proyek pekerjaan rigid beton di beberapa titik jembatan yang terletak di jalan poros antara Gondang – Sekar, diduga kuat tidak sesuai spesifikasi serta pengerjaan yang asal asalan.
Bagaimana tidak, campuran yang digunakan untuk mengecor jalan diatas jembatan tersebut, hanya dibuat dengan menggunakan mesin molen kecil, bahkan sebagian titik lainnya nekat menggunakan tenaga manual.
Diketahui bersama, bahwa dalam pembangunan jalan rigid beton untuk tipe jalan poros kabupaten, tentunya memiliki standar khusus (spesifikasi) dan kwalitas tertentu.
Baca Juga: Pekerjaan Proyek siluman di desa kasengan kecamatan mandin, di sorot
Berdasarkan hasil penelusuran awak media di lapangan, setidaknya terdapat 7 titik lokasi yang sudah melakukan pengecoran dengan menggunakan mesin molen maupun tenaga manual.
Kejanggalan lain yang muncul di lokasi adalah para pekerja dan satu orang yang disinyalir sebagai kepala tukang (pengawas) menyatakan tidak tahu menahu terkait PT/CV pelaksana pekerjaan tersebut.
Informasi lain yang beredar, salah satu pelaksana pekerjaan tersebut adalah Suharto, kontraktor asal Desa Mayangkawis, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro.
Baca Juga: Dugaan Penggelapan Dana BLT-DD Covid-19 Desa Sepanjang di Sinyalir Memalsukan Tanda Tangan
Saat dikonfirmasi, pria yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Mayangkawis tersebut, saat dikonfirmasi via WhatsApp Messenger, mengatakan, “Itu bukan proyek saya mas, kalau proyek saya itu ada rambu-rambunya,” ujarnya kepada Awak media ini.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga Bojonegoro, Retno Wulandari saat dikonfirmasi awak media via WhatsApp Messenger tidak merespon, padahal WhatsApp dalam keadaan online. (eko)










