Usut Proyek Pembangunan Jalan Tani di Desa Pitu

banner 120x600
banner 468x60

Pangkep, News PATROLI.COM

Jabatan Kepala Desa di saat sekarang banyak peminatnya kenapa demikian karena Anggaran Dana Desa cukup beasr mencapai Miliaran rupiah.

banner 336x280

Pemerintah pusat dalam hal ini mengalokasikan Dana Desa yang cukup besar tak lain untuk pembangunan wilayah pedesaan salah satu program desa ialah akses transportasi yang sangat di butuhkan warga Desa.

Berangkat dari situ Sarana transportasi sebagai akses untuk jalannya roda perekonomian di wilayah pedesaan, maka pemerintah pusat menggelontorkan dana guna menunjang sarana transportasi pedesaan
Namun disisi lain masih saja ada oknum Kepala Desa yang diduga mengambil kesempatan untuk memperkaya diri.

Tersebutlah Desa Pitu Kecamatan Marang Kabupaten Pangkep Povinsi Sulawesi Selatan, tahun 2022 menerima anggaran Dana Desa untuk membangun jalan tani di dusun sabange yang berbatasan langsung dengan desa pitu sunggu dimana jalan tani tersebut sudah harus di perbaiki.

Baca Juga: Ada Dugaan Korupsi Anggaran Perencanaan di Dinas Pendidikan Kota Makasar

Sumber mengungkapkan bahwa proyek tersebut diduga sarat dengan korupsi sehingga beberapa media dari Makassar membentuk tim turun ke lokasi proyek untuk melakukan pemantauan.

Alhasil pengawas lapangan saat di temui, waktu itu, 15 Desember 2022, di lokasi proyek menjelaskan bahwa jalan tani yang dimaksud, panjangnya 251 meter dengan lebar 2,5 Meter dan ketebalan beton 15 cm, angarannya kurang lebih Rp 90 Juta mengatakan, ”sementara ini kegiatan proyek masih berjalan, kalau tidak ada halangan kami target akhir bulan November proyek jalan tani sudah selesai,’ papar salah satu pengawas yang mengaku bernama Herlina saat di temui di lokadi proyek pertengahan bulan desember 2022.

Di lain pihak LSM Lingkar Indonesia ( LiRI ) ikut menyoroti pembangunan jalan tani tersebut menurut ketuanya Sirajuddin saat di temui menyayangkan kalau masih ada oknum Kepala Desa yang di duga melakukan korupsi uang Negara,”kalaupun itu terindikasi kuat sudah saatnya aparat penegak hukum mengusut dugaan perbuatan merugikan keuangan Negara pungkas Sirajuddin via HP, senin, (23/01/2023).

Sirajuddin juga menyebutkan bahwa jalan tani yang dimaksud diduga tidak menggunakan besi sebagai menahan beban dan besar kemingkinan jalan tani yang di cor tampa besi penyangga bisa saja cepat retak pungkas, ketua LSM LIRi

Sementara Kepala Desa Pitu yang di ketahui bernama Nasrul berupaya untuk di konfirmasi via HP namun sampai berita ini di tayangkan belum ada jawaban. (Irwan/*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *